Sekolah Rakyat di Kalsel Ditargetkan Rampung Akhir Juni

 

Menteri PU RI, Dody Hanggodo bersama  jajaran terkait saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kamis (9/1/2026) (Foto: MC Kalsel) 


OKEJA.COM, BANJARBARU - Usai meninjau kondisi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo melanjutkan agenda kerja dengan meninjau pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan segera diluncurkan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahkan dijadwalkan hadir langsung dalam agenda peluncuran pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri PU didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, Kepala BWS Kalimantan III, Kepala BPJN Kalsel, Kepala Balai Jasa Konstruksi, Kepala Balai Rawa, Kepala BPPW Kalsel, Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, serta jajaran terkait lainnya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

“Hari ini kita meninjau persiapan launching pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru. Saat peresmian nanti, secara nasional sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi,” ujar Dody, Kamis (9/1/2026) melansir dari MC Kalsel.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat di Banjarbaru merupakan pembangunan baru yang berdiri di atas lahan seluas 9,8 hektare.

Di Kalsel sendiri, terdapat tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yakni di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

“Kapasitas Sekolah Rakyat ini dapat menampung hingga 3.000 murid dengan konsep boarding school, sehingga seluruh fasilitas pendukung telah disiapkan,” jelasnya.

Dody menegaskan, tugas Kementerian PU adalah memastikan seluruh pembangunan fisik selesai tepat waktu, mulai dari ruang belajar, lapangan olahraga, asrama, hingga ruang makan.

“Targetnya akhir Juni harus selesai. Karena Juli 2026 sudah masuk tahun ajaran baru. Secara nasional ada 104 Sekolah Rakyat yang wajib rampung tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

“Terima kasih, di Kalsel direncanakan ada tiga Sekolah Rakyat yang dibangun, yaitu di Banjarbaru, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI direncanakan melakukan kunjungan terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru.

“Kemungkinan hari Senin ini, Bapak Presiden akan berkunjung dalam rangka pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru,” tambahnya.

Sekda menambahkan, saat ini terdapat tiga lokasi di bawah naungan Kementerian Sosial, yakni BBPPKS, Sentra Budiluhur, dan Balai Latihan Kerja (BLK), yang ke depan masih akan dikaji pengelolaannya.

“Pemerintah Provinsi Kalsel siap mendukung dan menyediakan fasilitas sesuai kewenangan yang ada,” pungkasnya.

Penulis : Rizal

Editor : Fahri

Lebih baru Lebih lama