Jaga Memori Daerah, Dispersip Kalsel Digitalisasi Arsip Langka

 

Arsip bersejarah milik Dispersip Kalsel dirawat dan dialihmediakan ke format digital (Foto: MC Kalsel) 

OKEJA.COM, BANJARBARU - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian sejarah melalui program digitalisasi arsip dan bahan pustaka langka.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan fisik koleksi sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat.

Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, mengatakan digitalisasi difokuskan pada dokumen-dokumen yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Menurutnya, alih media ke format digital menjadi solusi efektif untuk menjaga informasi tetap aman dari risiko kerusakan kertas seiring waktu.

“Digitalisasi ini bertujuan memperluas akses bacaan dan mempermudah layanan perpustakaan. Kami ingin memastikan bahan pustaka tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang,” ujar Sri Mawarni dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026) melansir dari MC Kalsel.

Selain digitalisasi, Dispersip Kalsel juga secara rutin melakukan perawatan fisik terhadap koleksi buku, koran, majalah, hingga mikrofilm.

Perawatan tersebut meliputi penjilidan ulang, pengaturan suhu dan kelembapan ruangan, serta restorasi buku-buku yang mulai rapuh.

“Kami juga menerapkan langkah pencegahan kerusakan seperti fumigasi untuk membasmi hama kertas, sehingga seluruh koleksi tetap dalam kondisi optimal,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pelestarian fisik, Dispersip Kalsel juga mendorong penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan arsip pemerintahan secara digital dan terintegrasi.

Penulis : Rizal

Editor : Fahri

Lebih baru Lebih lama