![]() |
| Gubernur Kalsel, H. Muhidin melantik dan mengambil sumpah jabatan 11 Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Selasa (6/1/2026) (Foto: MC Kalsel) |
OKEJA.COM, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 11 Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.
Pelantikan ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta optimalisasi kinerja birokrasi.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman serta Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin.
Dalam sambutannya, Muhidin menegaskan agar para pejabat yang baru dilantik tidak berlama-lama beradaptasi dan segera menunjukkan kinerja terbaik dengan menjunjung tinggi integritas.
“Jalankan tugas sebaik mungkin dan jangan menyalahgunakan wewenang jabatan. Segera beradaptasi di tempat kerja yang baru, jalin silaturahmi dengan bawahan dan atasan agar tercipta suasana kerja yang kompak,” ujar Muhidin di Banjarbaru, Selasa (6/1/2026) melansir dari MC Kalsel.
Muhidin juga menekankan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala melalui Sekretaris Daerah Kalsel. Ia mengimbau pejabat Eselon III untuk turut mengevaluasi kinerja pejabat Eselon IV di unit kerja masing-masing.
“Setiap enam bulan akan kita evaluasi apakah pejabat tersebut masih layak menempati jabatannya dan mampu menjalin hubungan kerja yang baik. Jika tidak cocok dengan bawahannya, maka bisa saja digeser, karena keharmonisan sangat berpengaruh pada kinerja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel yang baru, Noryadi, menjelaskan bahwa meski 11 jabatan telah terisi, masih terdapat satu jabatan yang menunggu persetujuan pemerintah pusat.
“Hari ini kita melantik 11 Pejabat Tinggi Pratama. Masih ada satu jabatan, yakni Kepala Dinas Dukcapil, yang prosesnya masih di Kementerian Dalam Negeri. Kita menunggu keputusan Mendagri untuk jadwal pelantikannya,” jelas Noryadi.
Ia menambahkan, hingga saat ini masih terdapat dua jabatan Eselon IIA yang kosong, yaitu Asisten I dan Kepala Dinas ESDM. Pengisian jabatan tersebut masih menunggu arahan Gubernur.
“Selain itu, pada tahun 2026 terdapat empat pejabat Eselon II yang akan memasuki masa pensiun. Terkait pengisiannya apakah dilakukan serentak atau tidak, kami menunggu instruksi lebih lanjut dari Bapak Gubernur,” pungkasnya.
Penulis : Rizal
Editor : Fahri
